1.Plato
Riwayat Hidup.
Plato adalah seorang filsuf Yunani yang berasal dari Athena. Ia mendirikan sebuah sekolah di tempat asalnya yang diberi nama “Akademia”.
Sokrates menilai Plato sebagai muridnya yang termasyur. Dari sebab itu,
pemikiran Plato dalam seminar-seminarnya selalu diikuti oleh Sokrates.
Plato berasal dari keluarga aristokrat, yakni politikus besar Athena.
Cita-cita besar Plato adalah mengajarkan
filsafat kepada semua orang, terutama kepada orang-orang muda. Keinginan
itu mendorong dia untuk mendirikan
perguruan tinggi yang pertama, yang boleh dianggap sebagai pelopor
lahirnya universitas-universitas pada Abad Pertengahan dan zaman modern.
Karya Karya Tulis.
1.
Otentisitas
Surat-surat ini merupakan dokumen-dokumen utama yang
utama yang masih dimiliki. Sekarang ini kebanyakan sejarawan menerima surat VI,
VII,dan VIII sebagai otentik. Otentisitas Surat I secara umum ditolak dan Surat
XII sangat diragukan. Namun, semua itu merupakan dokumen-dokumen utama yang
kita miliki mengenai riwayat hidup Plato.
2.
Kronologi
Apabila kita berhasil menentukan suatu urutan
kronologis bagi karangan-karangan Plato, mungkin terbuka jalan untuk
menyelidiki apakah terdapat suatu perkembangan dalam pemikiran Plato, sebab
jika urutan kronologis itu tidak dapat dipastikan, penyelidikan mengenai
perkembangan dalam pemikiran Plato tidak
mempunyai dasar yang teguh dan tidak dapat melebihi dari taraf dugaan saja.
Dengan menyelidiki secara terperinci gaya bahasa yang digunakan dalam
dialog-dialog Plato, para sarjana menentukan bahwa sekelompok dialog (Sophistês,
Politikos, Philebos, Timaios, Kritias, Nomoi) telah dikarang dalam periode
lain daripada dialog-dialog lain. Keenam dialog ini disimpulkan, ditulis Plato
dalam periode terakhir hidupnya.
Pemikiran
Sebagian besar orang mengatakan bahwa filsafat itu sangat susah dan
sulit, namun demikian orang-orang tersebut tidak menyadari bahwa
keseharian mereka di isi dengan filsafat, atau bisa dikatakan mereka
telah berfilsafat dalam kehidupannya. Pemikiran seperti ini didasari,
karena pemahaman mereka tentang filsafat masih sangat sedikit dan bahkan
belum tau tentang filsafat itu apa.
Orang-orang terdahulu hingga sekarang, yang mencintai filsafat atau
para filosof mengartikan filsafat yaitu mencintai kebijaksanaan,
sehingga ketika berfilsafat berarti mereka telah mencintai
kebijaksanaan, namun bukan berarti merasa dirinya sudah benar. Cinta
kebijaksaan berarti akan selalu mencari bagaimana mendapatkan
kebijaksaan itu, karena hal yang kita cintai tentulah ada usaha untuk
mendapatkan hal tersebut.
2. Aristoteles
Riwayat Hidup
Saat Alexander berkuasa pada tahun
336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM.Perubahan politik seiring jatuhnya Alexander menjadikan dirinya harus
kembali kabur dari Athena guna menghindari nasib naas sebagaimana dulu
dialami Socrates.[butuh rujukan] Aristoteles meninggal tak lama setelah pengungsian tersebut.Aristoteles sangat menekankan empirisme untuk menekankan pengetahuan.
Karya Tulis
Di
dalam banyak aspek,Aristoteles berbeda dengan pendahulunya. Dia adalah
orang pertama yang menulis sebagai seorang professor. Tulisannya di
susun secara sistematis terperinci di dalam subrukrik – subrukrik. Di
samping sebagai guru, deorang periset. Ekspresi – ekspresinya kritis,
hati – hati, prosains, tanpa mengesankan ento siasisme diorisus.
Karyanya tentang ilmu alam, memberikan informasi cukup tentang
astronomi, meteorology, tumbuh – tumbuhan dan binatang – binatang.
Tulisan
Aristoteles tentang sifat, lingkup, da nisi kehidupan, yang olehnya di
sebut filsafat ( prote philoshopia ) yang di beri judul Metafisika pada
publikasi pertama dari penerbitan karya – karyanya. Kira – kira tahun 60
SM. Pada penerbitan pertama itu juga termasuk karya Aristoteles fisika
yang di persembahkan untuk anaknya, Nikomakus. Dia tampilkan karyan
tentang etika, yang olehnya diberi judul etika nikomakean. Karya – karya
Aristoteles yang lain termasuk retorika, poesi dan politik. Sebenarnya
dia tidak banyak menghasilkan karya – karya hasil penelitian dan
pemikiran – pemikiran filsafat. Tapi sayang banyak karyanya yang hilang.
Di
antara karyanya yang di kenal adalah anganan ( logika ), priar
analytics ( silogisme ), pasteriar analytics ( sains ) dan lain
sebagainya. Dari karya – karyanya dapat di ketahui tentang pandangan –
pandangan dia tentang beberapa persoalan filsafat.
Pemikiran
Filsafat Aristoteles berkembang dalam tiga tahapan yang pertama ketika
dia masih belajar di Akademi Plato ketika gagasannya masih dekat dengan
gurunya tersebut, kemudian ketika dia mengungsi, dan terakhir pada waktu
ia memimpin Lyceum mencakup enam karya tulisnya yang membahas masalah logika,
yang dianggap sebagai karya-karyanya yang paling penting, selain
kontribusinya di bidang Metafisika, Fisika, Etika, Politik, Ilmu
Kedokteran, Ilmu Alam dan karya seni.
Di bidang
ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan
spesies-spesies biologi secara sistematis.Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisis kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam.
Berlawanan dengan Plato yang menyatakan teori tentang bentuk-bentuk
ideal benda, Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa
bentuk karena ia ada (eksis).
Pemikiran lainnya adalah tentang gerak di mana dikatakan semua benda
bergerak menuju satu tujuan, sebuah pendapat yang dikatakan bercorak
teleologis.
Karena benda tidak dapat bergerak dengan sendirinya maka harus ada
penggerak di mana penggerak itu harus mempunyai penggerak lainnya hingga
tiba pada penggerak pertama yang tak bergerak yang kemudian disebut
dengan
theos, yaitu yang dalam pengertian Bahasa Yunani sekarang dianggap berarti
TuhanLogika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir
deduktif (
deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal.
Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir
induktif (
inductive thinking).
3.Socrates
Riwayat hidup
Socrates
[2] diperkirakan lahir dari ayah yang berprofesi sebagai seorang pemahat patung dari batu (
stone mason)
bernama Sophroniskos. Ibunya bernama Phainarete berprofesi sebagai
seorang bidan, dari sinilah Socrates menamakan metodenya berfilsafat
dengan metode kebidanan nantinya. Socrates beristri seorang perempuan
bernama Xantippe dan dikaruniai tiga orang anak.
Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan karena
Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Apa
yang dikenal sebagai pemikiran Socrates pada dasarnya adalah berasal
dari catatan
Plato,
Xenophone
(430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya. Yang paling terkenal diantaranya
adalah penggambaran Socrates dalam dialog-dialog yang ditulis oleh
Plato. Dalam karya-karyanya, Plato selalu menggunakan nama gurunya
sebagai tokoh utama sehingga sangat sulit memisahkan gagasan Socrates
yang sesungguhnya dengan gagasan Plato yang disampaikan melalui mulut
Sorates. Nama Plato sendiri hanya muncul tiga kali dalam karya-karyanya
sendiri yaitu dua kali dalam
Apologi dan sekali dalam
Phaedrus.
[3]
Socrates dikenal sebagai seorang yang tidak tampan, berpakaian
sederhana, tanpa alas kaki dan berkelilingi mendatangi masyarakat
Athena berdiskusi soal
filsafat. Dia melakukan ini pada awalnya didasari satu motif
religius untuk membenarkan suara gaib yang didengar seorang kawannya dari
Oracle Delphi yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates.
Karya Tulis
Ilmu pengetahun pada era Yunani kuno mengalami kemunduran serta
tanggung jawab manusia yang melemah karena pengaruh negatif para filosof
aliran sofisme. Berawal dari hal itu muncul keprihatinan moral dari
para filosof yang selanjutnya membangun pondasi falsafahnya sehingga
kembali kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Berbagai
pandangan filosof Yunani merupakan motivasi kuat untuk membangkitan
kembali ilmu pengetahuan yang telah semakin lemah dan dangkal oleh
pengaruh filsafat kaum sofis yang merelativitaskan segala sesuatu.
Meskipun ada tokoh-tokoh sebelumnya, filosof pada zaman Yunani kuno
berawal dari socrates, dia dilahirkan di Athena pada tahun 470 S.M.
Socrates dikenal sebagai orang yang berbudi luhur mempunyai kearifan dan
kebijaksanaan. Masa Socrates bertepatan dengan masa kaum sofis. Oleh
karena itu pokok pembahasan filsafat Socrates hampir sama dengan pokok
pembahasan kaum sofis bahkan ada orang yang memasukkan Socrates kedalam
golongan kaum sofis. Tetapi ini tidak benar, karena ada perbedaan yang
nyata antara pendapat Socrates dan pendapat kaum sofis itu.
Pemikiran
Kaum sofis hidup sejaman dengan Socrates, dan memang ada kesamaan
pendapat diantara keduanya itu. Menurut Cicero, Socrates memindahkan
filsafat dari langit ke bumi, artinya sasaran yang diselidiki bukan lagi
jagat raya, melainkan manusia. Akan tetapi bukan hanya Socrates yang
membuat demikian, kaum sofis juga. Mereka juga menjadikan manusia
sasaran pemikiran mereka. Itulah sebabnya Aristophanes menyebut Socrates
seorang sofis. Sekalipun demikian ada perbedaan yang besar antara
Socrates dan kaum sofis. Filsafat Socrates adalah suatu reaksi dan suatu
kritik terhadap kaum sofis. Sebutan “sofis” mengalami perkembangan
sendiri. Sebelum abad ke-5 istilah itu berarti: sarjana, cendekiawan.
Pada abad ke-4 para sarjana atau cendekiawan bukan lagi disebut “sofis”,
tetapi “filosofis”, filsuf, sedang sebutan “sofis” dikenakan untuk para
guru yang berkeliling dari kota ke kota untuk mengajar. Akhirnya
sebutan “sofis” tidak harum lagi, karena seorang sofis adalah orang yang
menipu orang lain dengan memakai alasan-alasan yang tidak sah. Para
guru berkeliling itu dituduh sebagai orang-orang yang minta uang bagi
ajaran mereka.
Ajaran bahwa semua kebenaran itu relatif telah menggoyangkan
teori-teori sains yang telah mapan, mengguncangkan keyakinan agama. Ini
menyebabkan kebingungan dan kekacauan dalam kehidupan. Inilah sebabnya
Socrates bangkit. Ia harus meyakinkan orang Athena bahwa tidak semua
kebenaran itu relatif, ada kebenaran umum yang dapat dipegang oleh semua
orang. Sebagian kebenaran memang relatif, tetapi tidak semuanya.
Sayangnya, Socrates tidak meninggalkan tulisan. Kaum sofis beranggapan
bahwa semua pengetahuan adalah relatif kebenarannya, tidak ada
pengetahuan yang bersifat umum. Dengan definisi itu Socrates dapat
membuktikan kepada kaum sofis bahwa pengetahuan yang umum itu ada, yaitu
definisi itu sendiri. Jadi, kaum sofis tidak seluruhnya benar, yang
benar ialah sebagian pengetahuan bersifat umum dan sebagian bersifat
khusus, yang khusus itulah pengetahuan yang kebenarannya relatif.
Seperti contoh berikut: apakah kursi itu? Orang bisa periksa seluruh
kursi, kalau bisa seluruh kursi yang ada dunia ini. Misalnya kursi hakim
terdiri dari tempat duduk dan sandaran, berkaki empat, dari bahan kayu
jati.
Kedua, kursi malas, terdiri dari tempat duduk, sandara dan berkaki
empat, terbuat dari besi anti karat begitulah seterusnya. Jadi dapat
diambil kesimpulah bahwa setiap kursi itu selalu ada tempat duduk dan
sandaran. Kedua ciri ini terdapat pada semua kursi. Sedangkan ciri yang
lain tidak dimiliki semua kursi. Maka, semua orang akan sepakat bahwa
kursi adalah tempat duduk yang bersandaran. Contoh tersebut merupakan
kebenaran obyektif – umum, tidak subyektif – relatif. Tentang jumlah
kaki, bahan, ukuran, dsb. Merupakan kebenaran yang relatif. Jadi, memang
ada pengetahuan umum, itulah definisi.
4.Cicero
Riwayat Hidup
Cicero (di
Inggris dijuluki "Tully") (lahir 3 Januari 106 SM - meninggal 7 Desember 43 SM) adalah
filsuf,
orator yang memiliki keterampilan handal dalam
retorika,
pengacara,
penulis, dan
negarawan Romawi kuno yang umumnya dianggap sebagai ahli pidato
Latin dan ahli gaya
prosa.
[1][2][3][4]
Cicero merupakan tokoh besar mazhab
filsafat Stoa
yang populer pada abad 4 SM (Sebelum Masehi) sampai abad 2 M (Masehi),
dan ia merupakan salah satu tokoh pada periode akhir yang lebih terkenal
dengan sebutan
Stoa Romawi.
[5] Selain itu, ia dan pemikirannya juga dianggap dekat dengan aliran
Platonisme dan
Epikureanisme.
[2] Pemikirannya banyak dirujuk dalam pemikiran
hukum dan tata negara, serta pemikiran filsafat lainnya.
[5] Salah satunya adalah
David Hume pada abad 18.
[5]
Karya dan pemikiran Cicero juga dikagumi oleh beberapa
Bapa Gereja Latin yang berpengaruh seperti
Santo Agustinus dari Hippo, yang mengatakan bahwa karyanya
Hortensius merupakan salah satu pendorong beralihnya ia kepada
Kekristenan,
[6] dan St.
Hieronimus yang mengalami kegelisahan karena mendapat penglihatan bahwa ia dituduh sebagai "pengikut Cicero dan bukannya
Kristus" saat
pengadilan khusus.
[7]
Cicero dikenal sebagai negarawan yang berusaha menegakkan prinsip-prinsip
republik dalam perang
sipil, kegagalannya menyebabkan perang sipil yang menghancurkan
Republik Romawi.
[3] Tulisan-tulisannya meliputi
retorika,
pidato, risalah
filsafat dan
politik, dan
surat-surat.
[3]
Karya Tulis
Cicero merupakan pembaru
bahasa Latin terbesar di zamannya.
[1]
Karya filsafatnya sangat terkenal dan berpengaruh, di antaranya adalah
yang tertuang dalam pidato-pidatonya yang berjumlah 57 tulisan, selain
17 fragmen lain.
[1] Kemudian karya-karya filsafat, retorika, dan surat-surat tercatat berjumlah ± 800 buah dan tersimpan baik hingga saat ini.
[1][15]
Pada sumber lain tercatat bahwa pada Juli 43 SM, lebih dari 900 tulisan
diselamatkan, 835 ditulis oleh Cicero sendiri, 416 dialamatkan kepada
sahabatnya, seorang
ksatria bernama Pomponius Atticus, dan 419 kepada 94 orang lain, baik kerabat maupun kenalannya.
[4] Beberapa surat tidak dapat dilacak, salah satunya suratnya kepada
Pompeius yang disebutkan dalam
Pro Sulla dan
Pro Plancio yang merupakan surat berisi konspirasi Lucius Sergius Catilina.
[4]
Kemudian, terdapat juga empat koleksi surat-surat Cicero yang
dialamatkan kepada Atticus dalam 16 buku, kepada kenalan dan saudaranya
yang berjumlah 16 buku, kepada
Brutus yang berjumlah 3 buku, dan kepada saudaranya berjudul
Ad Quintum Fratem.
[4]
Selain karya-karya tentang filsafat dan tulisan yang terkait politik, sebagai
penyair, Cicero diketahui menerbitkan
puisi-puisi berbahasa Latin, di antaranya adalah:
epos berjudul
de Consulatu Suo (Inggris:
On His Consulship) dan
de Temproribus Suis (Inggris:
On His Life and Times), yang merupakan tulisan yang dipakainya untuk mengkritik kekunoan tradisi penyembahan masyarakat Romawi pada zamannya.
[4]
Cicero sendiri menolak untuk disebut sebagai salah satu tokoh dari
salah satu aliran-aliran seni kala itu, entah sebagai seniman dalam
kelompok orang-orang Asia yang rata-rata kaya dan tampil secara
berlebihan, atau kelompok yang diwakili oleh Quintus Hortensius, maupun
mereka yang menyebut diri sebagai
Atticist, misalnya
Julius Caesar dan
Brutus.
[4] Adapun karya bergenre
humor yang ditulis Cicero yang memuat prinsip-prinsip
Stoanya berjudul
Pro Murena, yang merupakan sebuah karya yang mendiskreditkan Cato yang berpihak kepada para pengacara yang menyerang Clodia.
[4] Karya tersebut termuat dalam pidato berjudul Pro Caelio yang dibawakan Cicero pada 4 April 56 SM.
Pemikiran
Cicero menyebut dirinya seorang
filsuf dari Akademi (
Platonis).
[4] Namun hal tersebut diragukan oleh banyak pihak terkait karya-karyanya yang kontradiktif dan tidak murni.
[4] Dalam hal
etika, Cicero cenderung memakai prinsip
dogmatis Stoa yang sangat dipengaruhi
Socrates.
[4] Dalam beragama, Cicero dapat dikatakan nyaris
agnostik,
walaupun dia memiliki pengalaman religius mendalam, yaitu ketika ia
berkunjung ke Eleusis, pada saat kematian saudarinya, Tullia pada tahun
45 SM.
[4] Sebagai penulis, ia memosisikan diri sebagai seorang
ateis, kecuali dalam karyanya yang berjudul
Somnium Scipionis (mimpi-mimpi Scipio) berisi luapan perasaan religius, tepatnya terdapat pada bagian akhir
de Republica.
[4]
Sebagai seorang
filsuf, Cicero mulai serius menulis karya-karya
filsafatnya pada tahun 54 SM.
[4] Karya awalnya berjudul
de Republica dan diikuti
de Legibus pada tahun 52 SM.
[4] Tulisan tersebut berisi tafsiran tentang sejarah
Romawi yang diteropong dengan sudut pandang teori
politik Yunani.
[4] Dalam kondisi politik yang carut-marut dan yang membuat setiap orang menderita, yaitu ketika
perang sipil terjadi, perang yang juga merenggut nyawa saudari tercintanya
[4]), Cicero mencurahkan seluruh energinya demi menghibur diri atas duka dengan aktivitas menulis secara radikal.
[12] Banyak karya yang ia selesaikan selama dua tahun masa kehilangan tersebut, di antaranya ialah
5 Julius cesar
Riwayat Hidup
Julius Caesar (
Latin:
C·IVLIVS·C·F·C·N·CAESAR¹) (
13 Juli 100 SM–
15 Maret 44 SM) adalah seorang pemimpin militer dan politikus
Romawi yang kekuasaannya terhadap
Gallia Comata memperluas dunia Romawi hingga
Oceanus Atlanticus, melancarkan serangan Romawi pertama ke Britania, dan memperkenalkan pengaruh Romawi terhadap
Gaul (
Perancis kini), sebuah pencapaian yang akibat langsungnya masih terlihat hingga kini.
Julius Caesar bertarung dan memenangkan sebuah
perang saudara
yang menjadikannya penguasa terhebat dunia Romawi, dan memulai
reformasi besar-besaran terhadap masyarakat dan pemerintah Romawi. Dia
menjadi
diktator seumur hidup, dan memusatkan pemerintahan yang makin melemah dalam republik tersebut.
Karya Tulis dan pemikiran nya
Gelaran Piala Dunia 2014 ini dipastikan menjadi akhir dari dedikasi
kiper Julio Cesar berbarengan dengan timnas Brasil. Kiper yang kini
berumur 34 tahun tersebut untuk mengambil keputusan gantung sepatu
memperkuat Tim Samba.
Untuk Cesar sendiri bakal menutup karir di kancah internasional
dengan cerita yang sangat menyedihkan. Cesar diketahui tidak berhasil
untuk mengantar Brasil yang menjadi tim tuan rumah di Piala Dunia untuk
menjadi jawara.
Diluar itu, Brasil juga tidak berhasil untuk merebut tempat ketiga
paska menelan kekalahan telak 0 – 3 atas Belanda, Sabtu (12/7) lalu.
Walaupun begitu, Cesar mengaku bangga lantaran sudah memberikan yang
paling baik di sepanjang karirnya bermain untuk timnas Brasil.
“Bermain di Copa America pada tahun 2015 ketika berumur 35 tahun,
tentu bakal menjadi hal yang sangat rumit. Ada di kompetisi itu dengan
tak mempunyai pemikiran bermain di gelaran Piala Dunia 2018 menjadi
suatu pemikiran saya yang egois.” beber Cesar pada laman resmi FIFA.
“Saat ini menjadi giliran untuk penjaga gawang yang lain, serta
kupikir, Brasil sendiri sebenarnya mempunyai tujuh sampai delapan
penjaga gawang yang layak untuk kenakan kostum timnas.” tandasnya.
Cesar sendiri bakal segera kembali dengan tim aslinya Queens Park
Rangers untuk kompetisi musim depan setelah dipastikan pada musim
kemarin pemain ini dipinjamkan untuk tim Major League Soccer, Toronto
FC.
6 .Brutus
Marcus Junius Brutus Caepio (85-42 SM),
yang lebih dikenal sebagai Brutus, adalah seorang Senator Kota Roma
(bahasa Latin: Senatus/senex yang artinya orangtua, yakni majelis
perundingan kerajaan) pada akhir Republik Roma dan merupakan salah
seorang pembunuh Gaius Julius Caesar (100-44 SM). Dengan penuh ironi,
Brutus bersama teman-temannya sesama senator, merencanakan pembunuhan
atas diri Julius Caesar. Brutus dan orang-orangnya berhasil membunuh
sang kaisar dalam pembunuhan dramatik yang terjadi pada 15 Maret 44 SM
yang kemudian mencetuskan perang saudara di Republik Roma. Brutus
kemudian diadili oleh Senatus sebagai “pengkhianat” kerajaan.
Pada mulanya Brutus bersama senator yang
lain merasa tidak puas melihat situasi dan kondisi Republik Roma di
bawah kepemimpinan Julius Caesar. Sang kaisar telah menjadi diktator
besar sepanjang hayat dengan menerbitkan sejumlah undang-undang yang
mengukuhkan kedudukan dan kekuasaannya. Brutus yang mulanya adalah
sahabat seperjuangan dan teman dekat Caesar, juga telah dihasut tentang
kemungkinan Julius Caesar ditahbiskan menjadi Raja Roma dan kembalinya
sistem “monarki absolut” di Republik Roma. Para senator, yang konon
berjumlah 23 orang dihasut untuk membunuh sang kaisar. Brutus pun
terprovokasi hasutan temannya yang memiliki rasa dengki, cemburu, dan
hawa nafsu untuk meraih kedudukan dan kekuasaan dari tangan Julius
Caesar. Dia sangat memercayai cerita dan gosip murahan tentang Caesar,
walaupun pada 15 Februari 44 SM dalam satu upacara umum, Caesar enggan
menerima diadem (lambang monarki kuno) dari Marcus Antonius (83-30 SM),
ahli politik dan jenderal Roma serta orang kepercayaan Caesar.
Ada dengki, jealous , dan perasaan tidak
senang lainnya bercampur aduk dalam diri di antara orang-orang di
sekitar “ring satu” Republik Roma. Dan, Brutus pun mulai berkomplot
dengan sahabat dan adik iparnya, Gaius Cassius Longinus (85-42 SM),
serta orang lain di antara mereka dengan menyebut kelompoknya sebagai
Liberatores (pembebas).
Sekumpulan senator yang menentang
kepemimpinan Julius Caesar merencanakan untuk menjemput sang kaisar ke
suatu forum majelis perundingan kerajaan, untuk dipaksa membaca petisi
palsu yang ditulis para senator itu. Petisi tersebut meminta Julius
Caesar mengembalikan mandat kekuasaannya kepada Senatus . Ketika
mengetahui akal bulus dan siasat para senator pengkhianat itu, Marcus
Antonius mencoba menghalangi sang kaisar di tangga forum untuk
mengabaikan tuntutan para senator pembelot. Akan tetapi, para senator
itu berhasil menghalangi Caesar ketika hendak melewati Teater Pompey dan
menggiringnya ke sudut ruangan yang bersebelahan dengan porsio timur.
Nasib Caesar tampaknya telah ditetapkan
berakhir tragis. Ia berada di tengah lingkaran para “pengkhianat” (yang
selanjutnya disebut “Brutus”) dan di antara para senator yang terdiri
dari 60 orang dengan pisau belati yang tersembunyi di balik toga
kebesaran Senatus Republik Roma. Kedengkian, kebencian, dan jealous tak
tepermanai telah merasuk darah para negarawan Roma ini. Hasrat meraih
kekuasaan dan hawa nafsu mereka tak terbendung. Keinginan untuk segera
menggenggam kekuasaan telah “membutatulikan” logos para Senatus
Para pengkhianat atau “komplotan Brutus”
ini kemudian kalap. Saat Julius Caesar sedang membaca dokumen petisi
palsu di atas mimbar, salah seorang senator bernama Publius Servilius
Casca menarik lengan sang kaisar, lalu menikam lehernya dengan sebilah
belati. Tindakan Senator Casca membunuh Caesar ini kemudian diikuti oleh
sekitar 23 senator lainnya yang berkomplot melakukan coup d’état . Sang
kaisar mencoba menghindar dan meloloskan diri dari percobaan
pembunuhan. Namun sayang, ia terhempas jatuh berlumuran “darah
pengkhianatan”. Dia tersandung jatuh, tanpa daya, karena tikaman belati
bertubi-tubi ke sekujur tubuh kekarnya. Dan dia pun ambruk ke lantai
ruang majelis perundingan kerajaan yang tak jauh dari singgasana
Republik Roma. Julius Caesar kemudian dibunuh para “Brutus” ketika
terbaring tanpa daya untuk mempertahankan diri. Sang pahlawan legendaris
Republik Roma ini menghembuskan nafas terakhirnya di bawah patung
Pompey, di tempat yang terhormat dengan penuh kemuliaan.
Di saat terakhir Julius Caesar menarik
nafas kehidupannya, ia masih sempat berkata simpatik kepada sahabatnya,
Brutus sang pengkhianat: “ Tu quoque, Brute, fili mi ” (Engkau juga,
Brutus, anakku?) atau “ Et tu, Brute ” (Dan engkau [juga], Brutus?).
Caesar sadar (di saat-saat terakhirnya), bahwa sahabat karibnya telah
mengkhianatinya secara sadis! Dalam drama berjudul Julius Caesar karya
William Shakespeare (1564-1616), Suetonius menyatakan bahwa Julius
Caesar berkata dalam bahasa Yunani, yang ditransliterasikan sebagai “
Kaà sú, téknon ?” (Engkau juga, anakku?).
Setelah tragedi pembunuhan itu, para
senator meninggalkan gedung majelis seraya bertindak seperti demagog,
dan Brutus bersorak kepada masyarakat Kota Roma, “Hai rakyat Roma, kita
bebas sekali lagi!” Di saat yang sama, mayat Caesar yang membujur kaku
di ruang majelis diangkat para abdi istana untuk diserahkan kepada sang
istri terkasih, Calpurnia. Brutus lalu mendapat atribut dalam sebuah
frasa “ Sic semper tyrannis! ” ( Thus always to tytants! ), untuk
pendengki dan pengkhianat, selamanya.
Akibat kematian Caesar, para konspirator
berkuasa dan menaklukkan provinsi-provinsi di Timur. Sementara itu
mereka membiarkan tiga rekan dekat Caesar memerintah di Barat. Tiga
orang ini adalah Marcus Antonius atau Mark Antony, seorang jenderal;
Octavianus, keponakan Caesar yang masih berusia 19 tahun; dan Lepidus.
Setelah mengumpulkan kekuatan, mereka menyerang para Republikan di
Timur, dan berhasil menang di Filipi (42 SM). Setelah mengambilalih
kekuasaan, mereka membagi-bagi wilayah: Octavianus di Barat termasuk
Italia, Marcus Antonius di Timur termasuk Mesir, dan Lepidus di Afrika
Utara selain Mesir.
7.Ibnu rusyd
Riwayat Hidup.
Ibnu Rusyd atau dalam bahasa
Latin Averroes, adalah
seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia). Dia adalah pendiri pikiran
merdeka sehingga memiliki pengaruh yang sangat tinggi di Eropa.
Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520
Hijriah (1128 Masehi). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim
terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang
mempunyai banyak minat dan talenta. Dia mendalami banyak ilmu, seperti
kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami
filsafat dari Abu Ja'far Harun dan
Ibnu Baja / Bajjah.
Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan
pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk
mengabdi sebagai "Kadi" (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu
Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat
Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan,
termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi
Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.
Karya Tulis
Karangan Ibnu Rusyd yang lainnya meliputi berbagai ilmu, seperti :
fiqh, bahasa, kedokteran, astronomi, politik, akhlak dan filsafat. Tidak
kurang dari sepuluh ribu lembar yang telah ditulisnya. Buku-bukunya
ada kalanya merupakan karangan sendiri atau ulasan atau ringkasan.
Karena sangat tinggi penghargaannya terhadap Aristoteles, maka tidak
mengherankan kalau ia memberikan perhatian yang besar terhadap untuk
mengulas dan meringkas filsafat Aristoteles.
Ibnu Rusyd banyak mengarang buku, tetapi yang asli berbahasa Arab dan
sampai ke tangan kita sekarang hanya sedikit, diantaranya adalah
buku-buku tentang filsafat seperti :
- Tahafut al-Tahafut.
- Risalah fi Ta’alluqi ‘Ilmillahi ‘an ‘Adami Ta’alluqihi bi al-Juziyat.
- Tafsiru ma ba’da ath-Thabiat.
- Fashl al-Maqal fi ma baina al-Himaah wa asy-Syari’ati min al-Ittishal.
- Al-Kasyfu ‘an Manahij al-‘Adillah fi ‘Aqaidi Ahl al-Millah.
- Naqdu Nazhariyat Ibnu Sina ‘an al-Mu’min lidzatihi wa al-Mu’min lighairih.
- Risalah fi al-Wujud al-Azali wa al-Wujud al-Mu’aqqat.
- Risalah fi al-‘Aqli wa al-Ma’qul.
Pemikiran
Sebagai komentator Aristoteles tidak mengherankan jika pemikiran Ibnu
Rusyd sangat dipengaruhi oleh filosof Yunani kuno. Ibnu Rusyd
menghabiskan waktunya untuk membuat syarah atau komentar atas
karya-karya Aristoteles, dan berusaha mengembalikan pemikiran
Aristoteles dalam bentuk aslinya. Di Eropa latin, Ibnu Rusyd terkenal
dengan nama Explainer (asy-Syarih) atau juru tafsir Aristoteles. Sebagai
juru tafsir martabatnya tak lebih rendah dari Alexandre d’Aphrodise
(filosof yang menafsirkan filsafat Aristoteles abad ke-2 Masehi) dan
Thamestius.[6]
Dalam beberapa hal Ibnu Rusyd tidak sependapat
dengan tokoh-tokoh filosof muslim sebelumnya, seperti al-Farabi dan Ibnu
Sina dalam memahami filsafat Aristoteles, walaupun dalam beberapa
persoalan filsafat ia tidak bisa lepas dari pendapat dari kedua filosof
muslim tersebut. Menurutnya pemikiran Aristoteles telah bercampur baur
dengan unsur-unsur Platonisme yang dibawa komentator-komentator
Alexandria. Oleh karena itu, Ibnu Rusyd dianggap berjasa besar dalam
memurnikan kembali filsafat Aristoteles. Atas saran gurunya Ibnu Thufail
yang memintanya untuk menerjemahkan fikiran-fikiran Aristoteles pada
masa dinasti Muwahhidun tahun 557-559 H.[7]
Namun demikian,
walaupun Ibnu Rusyd sangat mengagumi Aristoteles bukan berarti dalam
berfilsafat ia selalu mengekor dan menjiplak filsafat Aristoteles. Ibnu
Rusyd juga memiliki pandangan tersendiri dalam tema-tema filsafat yang
menjadikannya sebagai filosof Muslim besar dan terkenal pada masa klasik
hingga sekarang.
7.Solon
Riwayat Hidup.
Solon adalah anggota keluarga Jhee, sebuah keluarga bangsawan yang
kuat dulu di dalam Kerajaan Highland. Dia cepat naik melalui pangkat
militer Angkatan Darat Highland karena statusnya. Setelah Luca
Blight berbakat posisi komando Panglima-in-Kepala Angkatan Darat
Highland, Solon Jhee diberikan Angkatan Darat Highland 4 dan memimpin
serangan awal Highland melawan Jowston di 460.
Meskipun ia telah beberapa sukses awal terhadap pasukan Jowston
siap (dan bahkan kemudian ditolak dua kali sebelum akhirnya kemenangan,
sekali pada Viktor’s benteng dan lagi luar Muse), akhirnya mengambil SelatanWindow dan memerintahkan pemenggalan kepala Granmeyer
meskipun menyerah damai itu, kurangnya hati-hati dan kepala panas
sering ditempatkan dia dalam situasi genting.
Akhirnya, peruntungannya berlari keluar ketika ia menyerang
benteng tua di North Window. Tidak memiliki pengalaman dengan
pertempuran laut, Jhee tidak faktor kemungkinan yang diapit. Tentu
saja, ini persis apa yang terjadi, dengan unit yang dipimpin oleh Riou
tiba dengan kapal dan hampir sekitar Jhee sebelum ia mundur, menyebabkan
banyak tentara Selatan Window bawah kontrol Highland untuk mengubah
sisi.
Setelah kekalahan ini bencana, Solon Jhee gagal untuk menenangkan
kemarahan Luca Blight dan diperintahkan untuk segera dipenggal.
Karya Tulis Dan Pemikiran
Negara-kota yang paling masyhur adalah Athena. Tahun 507 SM, Athena
menganut sebuah sistem pemerintahan kerakyatan yang berlangsung
kira-kira dua abad lamanya. Sampai akhirnya, Athena tahun 321 SM tunduk
di bawah kekuasaan Macedonia selama beberapa generasi, dan berikutnya
tunduk lagi di bawah kekuasaan Romawi.
Di antara banyak negara demokrasi di Yunani, Athena memang yang paling
penting, dan terkenal, saat itu dan saat ini. Pengaruhnya cukup besar
bagi perkembangan filsafat politik, terutama terkait dengan sebuah aspek
penting demokrasi, yakni partisipasi warga.
Pemerintahan Athena itu rumit, dan amat rumit, begitu kata Robert A
Dahl. Pada intinya, pemerintahan Athena adalah sebuah majelis di mana
seluruh warga negara-kota berhak ikut serta. Sebuah majelis memiliki
beberapa orang pejabat utama, misalnya beberapa orang jenderal. Untuk
memilih seorang pejabat utama, warga Athena mengadakannya melalui suatu
undian dengan syarat bahwa semua warga negara memiliki kesempatan yang
sama untuk dipilih apabila memenuhi syarat. Seorang warga negara biasa
sekalipun memiliki peluang untuk menjadi pejabat utama, jika memenangkan
undian, dan akan memegang jabatan tinggi yang penting dalam
pemerintahan.
Begitu pula yang terjadi di Roma yang terletak di semenanjung Italia.
Praktik demokrasi mula-mula yang terjadi di sini kira-kira sama waktunya
dengan yang terjadi di Yunani. Kalau orang Yunani menyatakannya sebagai
polis atau negara-kota, orang Romawi menyebut sistem pemerintahan
mereka sebagai republik. Maknanya, res dalam bahasa Latin berarti
kejadian atau peristiwa, dan publicus berarti publik atau masyarakat.
Jika dimaknai secara bebas maka kata ’republik’ itu adalah ’sesuatu yang
menjadi milik rakyat’.
Mula-mula, hak untuk ikut memerintah dalam sistem pemerintahan yang
disebut Republik di Romawi ini hanya terbatas pada golongan bangsawan
(patricia) atau kaum aristokrat saja. Namun dalam perkembangannya,
setelah didahului dengan perjuangan yang hebat, rakyat biasa (pleb atau
kaum miskin, rakyat jelata) juga dapat masuk ke dalamnya.
Persamaan yang terjadi dalam demokrasi di Athena maupun di Romawi adalah
bahwa hak untuk berpartisipasi dalam politik hanya terbatas pada kaum
laki-laki saja!
Dalam perjalanan sejarah yang berlainan, jika Athena pada akhirnya
takluk di bawah Macedonia, dan juga Roma di kemudian hari, justru Romawi
adalah sebuah negara yang kuat. Dengan kekuatan yang dimaklumi,
kegiatan eksternal Romawi adalah melakukan penaklukan dan pencaplokan
wilayah. Pada akhirnya Roma yang semula adalah sebuah kota yang tidak
begitu besar ukurannya lalu menjadi negara yang luar biasa besarnya.
Republik Roma itu akhirnya memerintah seluruh kawasan di Italia.
Dalam setiap penundukan suatu wilayah, Republik selalu memberikan
kewarganegaraan Romawi kepada setiap penduduk wilayah jajahannya.
Seringkali hal ini justru merupakan sesuatu yang disenangi penduduk
karena menjadi bangsa Romawi memang membanggakan. Dan karena menjadi
warga negara Romawi, mereka juga berhak sama dengan warga Roma pada
umumnya dalam berdemokrasi.
Yang menjadi catatan penting sejarah dalam hal ini adalah tidak adanya
inisiatif Romawi untuk mengembangkan kelembagaan-kelembagaan demokrasi
sesuai dengan kapasitas wilayahnya yang sangat luas.
Demokrasi tetap
dijalankan di Roma. Tidak dipikirkan bahwa Kota Roma adalah tempat yang
sangat jauh untuk dikunjungi kalau hanya untuk berpartisipasi dalam
pemerintahan.
Hingga kini memang sejarah Romawi masih memendam pertanyaan mendalam,
mengapakah orang-orang Romawi yang kreatif itu, saat itu tidak kreatif
memikirkan cara berdemokrasi dengan sistem perwakilan dan dengan
wakil-wakil yang bisa dipilih secara demokratis?
Umur Romawi jelas lebih panjang dari umur Athena. Tetapi akibat
kerusuhan sosial, militerisme dan korupsi, Republik Romawi hancur di
bawah kediktatoran Julius Caesar. Republik yang awalnya diperintah oleh
publik, akhirnya justru dikuasai oleh para kaisar.
Sementara di Eropa Utara pada tahun 600 M sampai 1000 M juga ditemukan
artefak-artefak yang menunjukkan bahwa pemerintahan oleh rakyat
dilakukan. Di Swiss, Skandinavia dan tempat-tempat lain di utara Laut
Tengah beberapa ornamen demokrasi memperkuat cerita sejarah tentang
bagaimana partisipasi rakyat dilakukan.
Sejarah demokrasi lain bisa kita temukan dengan membaca sejarah Italia.
Pemerintahan dengan semangat demokrasi di Italia muncul pada 1100
Masehi. Seolah-olah pemerintahan Italia masa itu adalah reinkarnasi dari
Republik Roma yang sudah hancur ribuan tahun silam. Praktik
demokrasinya khas Roma. Mula-mula yang diizinkan untuk berpartisipasi
pada pemerintahan adalah kalangan borjuis dan bangsawan. Setelah melalui
berbagai tuntutan, publik luas juga mendapat porsi untuk
berpartisipasi. Mereka terdiri dari anggota kelas yang populer saat ini
dengan sebutan kelas menengah.