Kamis, 14 Januari 2016

Korupsi

1     TENTANG KORUPSI 

        Korusi bisa di bilang (coruption) adalah  perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

        Sebutkan unsur unsur Korupsi Sebagai berikut
  • perbuatan melawan hukum;
  • penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;
  • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;
  • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
         Selain itu terdapat beberapa jenis tindak pidana korupsi yang lain, diantaranya:
  • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan);
  • penggelapan dalam jabatan;
  • pemerasan dalam jabatan;
  • ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara);
  • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Sebagai filsafat nya korupsi juga memiliki conto contoh nya sebagai berikut:

1. Nyogok Duit Agar Lulus PNS (Pegawai Negeri Sipil)

         Hal nan demikian ini merupakan contoh kasus korupsi nan paling sering terjadi setiap tahunnya. Mereka itu lebih baik menjual sawah, ladang, kebun, rumah sekalian hanya buat menyogok agar dirinya atau keluarganya dapat lulus PNS.
Namun sayang, sudah begitu, PNS juga tak menerimanya. Akhirnya uang tidak kembali dan nangis Bombay, kelenger sekalian. Sungguh, orang-orang nan masih berpaham primitif nan mau melakukan hal semacam ini. Kasus penyogokan agar diterima menjadi PNS ini memang sangat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Tidak sadar bahwa gajinya itu ialah dari uangnya sendiri, lalu semua itu menjadi haram. Ingat, haram!
Tidak apa-apa kita blak-blakan saja bahwa kasus semacam ini HARAM. Makanannya haram. Minumannya haram, hal-hal nan dibelikan dari hasil uang gaji si PNS nan melakukan korupsi ini. Ingat juga, uang haram itu bagi tubuh kita halal, HALAL buat neraka.

2. Ongkos Bus Dilebih-lebihkan Melebihi Ongkos Tarif Standar

       Contoh kasus korupsi semacam ini juga sangat mengkhawatirkan. Namun, hal ini menandakan bahwa bangsa kita masih bodoh dan miskin, juga kering akan nilai-nilai ruhani. Jiwa mereka kering.
Ingat, jangan pernah memberikan uang bus nan menggunakan karcis, namun kita tak menerima karcis hak kita, karena nanti kita bisa-bisa ditipi ketika kita dioper atau dipindakan ke bus lain di jalan atau di terminal. Kasus ini sering juga terjadi. Saya sendiri mengalaminya di daerah Jawah Tengah. Padahal saat itu Indonesia sedang tertimpa musibah gunung merapi nan termin awas. Namun, masih ada nan belum bertaubat.

3. Curang terhadap Timbangan dalam Transaksi Jual Beli

         Kasus ini hal nan biasa juga terjadi di pasar-pasar. Namun, ingatlah Allah sudah menasihati kita dalam Al-Quran tentang orang-orang nan suka mengurangi timbangan. Hal ini sangat merugikan kedua belah pihak, pembeli rugi, pedagang rugi karena telah berdosa menzalimi pembeli.

4. Bolos Sekolah atau Bolos Mengajar Atas Alasan nan Tidak Syar'i

Ternyata ada dosen atau guru nan bolos tak mengajar dengan alasan nan dibuat-buat. Hal ini sudah dialami oleh ibu saya. Alasannya diada-adakan. Entahlah, mungkin dia sedang stress jadi tak dapat diganggu. Begitu juga dengan para pembolos sekolah. Mereka seperti belum paham tentang arti disiplin.

5. Makan Uang Amanah

         Uang amanah contohnya ialah uang zakat, infak masjid, dan sebagainya nan dititipkan kepada kita. Namun, ternyata masih juga ada nan menyelewengkannya.
Itulah beberapa contoh kasus korupsi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus menyadarinya. Ingat wafat agar kita cerdas, karena orang cerdas ialah orang nan mengingat mati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar