1 TENTANG KORUPSI
Korusi bisa di bilang (coruption) adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri,
yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya
mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik
yang dipercayakan kepada mereka.
Sebutkan unsur unsur Korupsi Sebagai berikut
- perbuatan melawan hukum;
- penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana;
- memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi;
- merugikan keuangan negara atau perekonomian negara;
- memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan);
- penggelapan dalam jabatan;
- pemerasan dalam jabatan;
- ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara);
- menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
1. Nyogok Duit Agar Lulus PNS (Pegawai Negeri Sipil)
Hal
nan demikian ini merupakan contoh kasus korupsi nan paling sering
terjadi setiap tahunnya. Mereka itu lebih baik menjual sawah, ladang,
kebun, rumah sekalian hanya buat menyogok agar dirinya atau keluarganya
dapat lulus PNS.
Namun sayang, sudah begitu, PNS juga tak
menerimanya. Akhirnya uang tidak kembali dan nangis Bombay, kelenger
sekalian. Sungguh, orang-orang nan masih berpaham primitif nan mau
melakukan hal semacam ini. Kasus penyogokan agar diterima menjadi PNS
ini memang sangat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Tidak sadar
bahwa gajinya itu ialah dari uangnya sendiri, lalu semua itu menjadi
haram. Ingat, haram!
Tidak apa-apa kita blak-blakan saja bahwa
kasus semacam ini HARAM. Makanannya haram. Minumannya haram, hal-hal nan
dibelikan dari hasil uang gaji si PNS nan melakukan korupsi ini. Ingat
juga, uang haram itu bagi tubuh kita halal, HALAL buat neraka.
2. Ongkos Bus Dilebih-lebihkan Melebihi Ongkos Tarif Standar
Contoh
kasus korupsi semacam ini juga sangat mengkhawatirkan. Namun, hal ini
menandakan bahwa bangsa kita masih bodoh dan miskin, juga kering akan
nilai-nilai ruhani. Jiwa mereka kering.
Ingat, jangan pernah
memberikan uang bus nan menggunakan karcis, namun kita tak menerima
karcis hak kita, karena nanti kita bisa-bisa ditipi ketika kita dioper
atau dipindakan ke bus lain di jalan atau di terminal. Kasus ini sering
juga terjadi. Saya sendiri mengalaminya di daerah Jawah Tengah. Padahal
saat itu Indonesia sedang tertimpa musibah gunung merapi nan termin
awas. Namun, masih ada nan belum bertaubat.
3. Curang terhadap Timbangan dalam Transaksi Jual Beli
Kasus
ini hal nan biasa juga terjadi di pasar-pasar. Namun, ingatlah Allah
sudah menasihati kita dalam Al-Quran tentang orang-orang nan suka
mengurangi timbangan. Hal ini sangat merugikan kedua belah pihak,
pembeli rugi, pedagang rugi karena telah berdosa menzalimi pembeli.
4. Bolos Sekolah atau Bolos Mengajar Atas Alasan nan Tidak Syar'i
Ternyata
ada dosen atau guru nan bolos tak mengajar dengan alasan nan
dibuat-buat. Hal ini sudah dialami oleh ibu saya. Alasannya
diada-adakan. Entahlah, mungkin dia sedang stress jadi tak dapat
diganggu. Begitu juga dengan para pembolos sekolah. Mereka seperti belum
paham tentang arti disiplin.
5. Makan Uang Amanah
Uang
amanah contohnya ialah uang zakat, infak masjid, dan sebagainya nan
dititipkan kepada kita. Namun, ternyata masih juga ada nan
menyelewengkannya.
Itulah beberapa contoh kasus korupsi dalam
kehidupan kita sehari-hari. Kita harus menyadarinya. Ingat wafat agar
kita cerdas, karena orang cerdas ialah orang nan mengingat mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar